Holaa tumby,
Haha, akhirnya kau punya nama. Sorry, sempat menigakanmu dengan wordy dan bloggy. But, here I am, back to you :D
Lama gak nge-post gak tau mau nge-post apa. Kalo sudah kayak gini yaudah, saya cuma bisa cerita hal-hal yang saya lewati beberapa masa ini. Dan saya rasa itu adalah masa-masa terbaik dari sepenggalan hidup. Tapi saya bercerita lewat foto yah, kelamaan ditinggal ide posting jadi meluap. Kali aja lewat foto bisa balik lagi hehe. So, kencangkan sabuk pengaman dan siapkan snack disamping kalian, readers. Cerita ini akan panjang :D
- #Tur3Negara
Tur 3 Negara adalah ide 3 orang yang iseng yang tidak punya kerjaan selain ngerjain anak orang #eh. Kenapa disebut #Tur3Negara, karena memang kita melakukan 3 kegiatan entertain dalam sehari itu. Terdiri dari negara angin (karaoke), negara api (Ayam krispi Adhyaksa) dan negara air (pisang ijo Amanda). Jadi tiap peserta #Tur3Negara wajib mendonasi #tsah seluruh armada dalam perjalanan sehari itu. Dan itu di-rolling setiap bulannya. Jadi semua pasti dapat jatah, haha. Dan inilah wajah-wajah tak berdosa peserta #Tur3Negara yang telah berlangsung 2 part:

Di negara api

Di negara air
- The New Girl
Nah kalo momen yang satu ini pas saya mendadak diminta Why, salah satu sahabat untuk nganter temannya pulang kampung. Aslinya sih temannya ini dari Balikpapan, singgah ke Makassar terus mau ke Pinrang. Yang jadi pertanyaan, apakah ia hanya sekedar teman, atau benar-benar “teman” bagi Why? :pV
Kenapa Why mengajak saya? Ternyata biar gak keki plus menyeimbangkan gender. Dia bawa 2 teman gadisnya, so I think He need handsome partner. So, there I was :D
Sepanjang jalan kita berempat penuh candaan. Yang tadi awalnya kaku dengan saya, tapi youknowme-lah, saya orangnya supel plus kece. Jadi siapa sih yang gak gampang dekat sama saya #eaaak.
Oh iya, pulang dari nganter 2 gadis ini yang ternyata cuma kita antar sampai tempat ngambil mobil daerah ke Pinrang, pulangnya saya dan Why terjebak macet dari Maros sampai pintu tol bandara baru :| Mana malam itu ada tapping Taman Indie, komunitas musik indie Makassar - yang dimana saya dan Why menjadi anggotanya - buat program Lintas Malam di Global TV. Gak jadi deh kita masuk tipi :|
Tapi itu bukan malam panjang yang sia-sia. Saya makin mengenal sahabat saya yang satu ini, plus dia juga pasti merasa hal yang sama. Oh iya, dan kita tidak maho #eh.

Why: “disebelah kanan saya Ilma, disebelah kiri saya Ayu, kami dari persatuan anak hilaaaaaangggg….”
- Failed Idul Adha
Siapa yang tidak gembira menyambut Idul Adha tahun ini. Lihat semua orang sudah bersiap-siap dengan baju baru, sapi baru dan kambing baru yang siap disembelih. Saya sebagai anak muda dan muslim merasa gagal merayakan kemenangan hari raya kurban tahun ini. Pasalnya, - saya dan lagi-lagi - Why tanpa rencana menghabiskan waktu dengan begadang bareng anak-anak RockRadio. Tapi sumpah demi apa mereka semua jadi juga sholat Id, nah saya sama Why, malah terjebak di jalan. Sekian melaporkan dari jalanan macet :|
Oh iya, dari sini para begadangers akhirnya mendadak menjadi oshi-nya ochiJKT48 karena doktrin Petra, LOL.

Nobar OchiJKT48 via Youtube

Erosz mendadak oshi OchiJKT48

where are we?
- Deden’s Birthday Surprise Party
Saya nyebutnya Deden saja karena kalo Restu ntar nama kita mirip :p Yap, Deden, personil Ska With Klasik, band indie beraliran ska di Makassar. Si Eky, kekasih hatinya BBM malam sebelumnya, bertanya apakah saya bisa difoto dengan sebuah stereofoam yang sudah dikreasikan sedemikian rupa bertuliskan “Happy Birthday Deden”. Menjelang tengah malam, kita janjian di sebuah tempat nangkring untuk mengumpulkan massa yang bakal diboyong ke rumah si Deden. Tapi tampaknya Eky tak berhasil mengumpulkan massa. So, saya bawa saja pasukan dari tempat nangkring itu yang kebetulan dikenal. Gak lucu aja kasih surprise party cuma bertiga. Saya, Eky dan Ima. Bakal garing abisss…
Walau terkesan terburu-buru dan berantakan, overall sukses kita mengejutkan si empunya hajatan :D
Saya suka momen-momen seperti ini. Mengartikan bahwa eksistensi kita masih tinggi, posisi dimana kita masih diingat dan masih ada saja orang yang menyayangi kita. Semoga ulang tahun saya berikutnya bisa seperti itu #kode :p

Happy Birthday Deden

Me and “Happy Birthday Deden”
- Ace’s Wedding
Afridyawati alias Ace, adek kelas waktu di SLTPN 1 Biak dulu, akhirnya ketemu lagi di Makassar. Dan dia sudah berani-beraninya lambung kiri senior soal kesiapan married, haha. Soal rencana pernikahannya ini sudah lama ketahuan waktu kita reunian bareng. Tak lama undangan menyusul dan voila, here they are to new life. Semoga diberi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Amiiin.

Ijab kabul

Ciee-ciee
- Endah en Rhesa
Akhinya bisal lihat perform mereka langsung. Sepasang suami-istri ini betul-betul memukau diatas panggung. Yang membuat saya takjub selain musikalitas mereka yang tinggi, mereka juga menunjukkan musik sebagai media cinta mereka. Mereka jatuh cinta pada musik dan musik mengikat mereka pada cinta. Endah en Rhesa, awesome!
“when you love someone just be brave to say that you want him to be with you”



- #satira
Ini dia buku the most I search for. Pasal 1, buku ini karangan orang Makassar. Pasal 2, orang Makassar-nya itu teman saya sendiri yang sekarang juga bos saya LOL. Yap, there she is @Rezzurrection. Gak sudi aja gitu loh buku punya teman sendiri gak dibaca. Oh iya, review buku ini menyusul soalnya saya masih dalam proses re-read buku ruwet yang satu ini. Ini recommended banget. Kumpulan cerpen Rezz dari kanak-kanak hingga balita #lebay. Gimana dewasanya?

- Creed VS Findie
Hari yang dinanti tiba. The day of lifetime, Creed, band andalan saya dari bocah akhirnya melabuhkan turnya juga ke Makassar. Tapi malam itu mungkin bukan malam milik Creed. Ia tak pernah berjodoh dengan saya. Malam itu juga ada panggilan dari si bos Eky aka Rezz yang mengajak saya bergabung di sebuah komunitas. Findie, begitu bunyinya. Sebuah komunitas pecinta film indie di Makassar ini mencoba merekrut saya dan langsung melemparkan saya pada sebuah program baru mereka #SinemaKita di salah satu radio swasta Makassar, Madama Radio.
Tapi lepas dari Creed, di Findie saya menemukan kehidupan baru. Anggap saja saya lahir kembali disana. Dimana saya (mungkin) seharusnya berada sejak lama.

VS

Beberapa hal yang saya jalani bersama Findie Makasar selain program #SinemaKita adalah mengadakan screening “Cerita dari Tapal Batas” dan mini workshop “WHo Wants To Be A Film Producer” serta gerakan #Tribute2Ramang.

#sinemakita edisi perdana “Atambua 39 Derajat Celcius”

Screening dan Mini-Workshop

Screening “Cerita dari tapal Batas”

Mini-Workshop “Who Wants To Be A Film Producer” oleh Ichwan Persada

Ichwan Persada memberikan sambutan dalam #Tribute2Ramang

Tim Ramang (Kiri: Eky, kanan: Nunuk Anwar)

Talkshow dengan Bpk. Anwar Ramang (Anak kandung Ramang), Ichwan Persada dan Iko (Music Director Madama Radio)
So, that is all part of my latest life. Interesting, isn’t? No? Be me :D
Haha, akhirnya kau punya nama. Sorry, sempat menigakanmu dengan wordy dan bloggy. But, here I am, back to you :D
Lama gak nge-post gak tau mau nge-post apa. Kalo sudah kayak gini yaudah, saya cuma bisa cerita hal-hal yang saya lewati beberapa masa ini. Dan saya rasa itu adalah masa-masa terbaik dari sepenggalan hidup. Tapi saya bercerita lewat foto yah, kelamaan ditinggal ide posting jadi meluap. Kali aja lewat foto bisa balik lagi hehe. So, kencangkan sabuk pengaman dan siapkan snack disamping kalian, readers. Cerita ini akan panjang :D
- #Tur3Negara
Tur 3 Negara adalah ide 3 orang yang iseng yang tidak punya kerjaan selain ngerjain anak orang #eh. Kenapa disebut #Tur3Negara, karena memang kita melakukan 3 kegiatan entertain dalam sehari itu. Terdiri dari negara angin (karaoke), negara api (Ayam krispi Adhyaksa) dan negara air (pisang ijo Amanda). Jadi tiap peserta #Tur3Negara wajib mendonasi #tsah seluruh armada dalam perjalanan sehari itu. Dan itu di-rolling setiap bulannya. Jadi semua pasti dapat jatah, haha. Dan inilah wajah-wajah tak berdosa peserta #Tur3Negara yang telah berlangsung 2 part:

Di negara api

Di negara air
- The New Girl
Nah kalo momen yang satu ini pas saya mendadak diminta Why, salah satu sahabat untuk nganter temannya pulang kampung. Aslinya sih temannya ini dari Balikpapan, singgah ke Makassar terus mau ke Pinrang. Yang jadi pertanyaan, apakah ia hanya sekedar teman, atau benar-benar “teman” bagi Why? :pV
Kenapa Why mengajak saya? Ternyata biar gak keki plus menyeimbangkan gender. Dia bawa 2 teman gadisnya, so I think He need handsome partner. So, there I was :D
Sepanjang jalan kita berempat penuh candaan. Yang tadi awalnya kaku dengan saya, tapi youknowme-lah, saya orangnya supel plus kece. Jadi siapa sih yang gak gampang dekat sama saya #eaaak.
Oh iya, pulang dari nganter 2 gadis ini yang ternyata cuma kita antar sampai tempat ngambil mobil daerah ke Pinrang, pulangnya saya dan Why terjebak macet dari Maros sampai pintu tol bandara baru :| Mana malam itu ada tapping Taman Indie, komunitas musik indie Makassar - yang dimana saya dan Why menjadi anggotanya - buat program Lintas Malam di Global TV. Gak jadi deh kita masuk tipi :|
Tapi itu bukan malam panjang yang sia-sia. Saya makin mengenal sahabat saya yang satu ini, plus dia juga pasti merasa hal yang sama. Oh iya, dan kita tidak maho #eh.

Why: “disebelah kanan saya Ilma, disebelah kiri saya Ayu, kami dari persatuan anak hilaaaaaangggg….”
- Failed Idul Adha
Siapa yang tidak gembira menyambut Idul Adha tahun ini. Lihat semua orang sudah bersiap-siap dengan baju baru, sapi baru dan kambing baru yang siap disembelih. Saya sebagai anak muda dan muslim merasa gagal merayakan kemenangan hari raya kurban tahun ini. Pasalnya, - saya dan lagi-lagi - Why tanpa rencana menghabiskan waktu dengan begadang bareng anak-anak RockRadio. Tapi sumpah demi apa mereka semua jadi juga sholat Id, nah saya sama Why, malah terjebak di jalan. Sekian melaporkan dari jalanan macet :|
Oh iya, dari sini para begadangers akhirnya mendadak menjadi oshi-nya ochiJKT48 karena doktrin Petra, LOL.

Nobar OchiJKT48 via Youtube

Erosz mendadak oshi OchiJKT48

where are we?
- Deden’s Birthday Surprise Party
Saya nyebutnya Deden saja karena kalo Restu ntar nama kita mirip :p Yap, Deden, personil Ska With Klasik, band indie beraliran ska di Makassar. Si Eky, kekasih hatinya BBM malam sebelumnya, bertanya apakah saya bisa difoto dengan sebuah stereofoam yang sudah dikreasikan sedemikian rupa bertuliskan “Happy Birthday Deden”. Menjelang tengah malam, kita janjian di sebuah tempat nangkring untuk mengumpulkan massa yang bakal diboyong ke rumah si Deden. Tapi tampaknya Eky tak berhasil mengumpulkan massa. So, saya bawa saja pasukan dari tempat nangkring itu yang kebetulan dikenal. Gak lucu aja kasih surprise party cuma bertiga. Saya, Eky dan Ima. Bakal garing abisss…
Walau terkesan terburu-buru dan berantakan, overall sukses kita mengejutkan si empunya hajatan :D
Saya suka momen-momen seperti ini. Mengartikan bahwa eksistensi kita masih tinggi, posisi dimana kita masih diingat dan masih ada saja orang yang menyayangi kita. Semoga ulang tahun saya berikutnya bisa seperti itu #kode :p

Happy Birthday Deden

Me and “Happy Birthday Deden”
- Ace’s Wedding
Afridyawati alias Ace, adek kelas waktu di SLTPN 1 Biak dulu, akhirnya ketemu lagi di Makassar. Dan dia sudah berani-beraninya lambung kiri senior soal kesiapan married, haha. Soal rencana pernikahannya ini sudah lama ketahuan waktu kita reunian bareng. Tak lama undangan menyusul dan voila, here they are to new life. Semoga diberi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Amiiin.

Ijab kabul

Ciee-ciee
- Endah en Rhesa
Akhinya bisal lihat perform mereka langsung. Sepasang suami-istri ini betul-betul memukau diatas panggung. Yang membuat saya takjub selain musikalitas mereka yang tinggi, mereka juga menunjukkan musik sebagai media cinta mereka. Mereka jatuh cinta pada musik dan musik mengikat mereka pada cinta. Endah en Rhesa, awesome!
“when you love someone just be brave to say that you want him to be with you”



- #satira
Ini dia buku the most I search for. Pasal 1, buku ini karangan orang Makassar. Pasal 2, orang Makassar-nya itu teman saya sendiri yang sekarang juga bos saya LOL. Yap, there she is @Rezzurrection. Gak sudi aja gitu loh buku punya teman sendiri gak dibaca. Oh iya, review buku ini menyusul soalnya saya masih dalam proses re-read buku ruwet yang satu ini. Ini recommended banget. Kumpulan cerpen Rezz dari kanak-kanak hingga balita #lebay. Gimana dewasanya?

- Creed VS Findie
Hari yang dinanti tiba. The day of lifetime, Creed, band andalan saya dari bocah akhirnya melabuhkan turnya juga ke Makassar. Tapi malam itu mungkin bukan malam milik Creed. Ia tak pernah berjodoh dengan saya. Malam itu juga ada panggilan dari si bos Eky aka Rezz yang mengajak saya bergabung di sebuah komunitas. Findie, begitu bunyinya. Sebuah komunitas pecinta film indie di Makassar ini mencoba merekrut saya dan langsung melemparkan saya pada sebuah program baru mereka #SinemaKita di salah satu radio swasta Makassar, Madama Radio.
Tapi lepas dari Creed, di Findie saya menemukan kehidupan baru. Anggap saja saya lahir kembali disana. Dimana saya (mungkin) seharusnya berada sejak lama.

VS

Beberapa hal yang saya jalani bersama Findie Makasar selain program #SinemaKita adalah mengadakan screening “Cerita dari Tapal Batas” dan mini workshop “WHo Wants To Be A Film Producer” serta gerakan #Tribute2Ramang.

#sinemakita edisi perdana “Atambua 39 Derajat Celcius”

Screening dan Mini-Workshop

Screening “Cerita dari tapal Batas”

Mini-Workshop “Who Wants To Be A Film Producer” oleh Ichwan Persada

Ichwan Persada memberikan sambutan dalam #Tribute2Ramang

Tim Ramang (Kiri: Eky, kanan: Nunuk Anwar)

Talkshow dengan Bpk. Anwar Ramang (Anak kandung Ramang), Ichwan Persada dan Iko (Music Director Madama Radio)
So, that is all part of my latest life. Interesting, isn’t? No? Be me :D
0 comments:
Post a Comment