29 Oktober 2009

Somethin' I Don't Know How To Tell Or Write


That time.
The time like stopped, like freeze, but feel warm. Heart pull each other of us, make a moment. Make us unrealized and got paralyzed, just like a doll that driven by the world. Can't go or stopped it, just let it flow. Don't know if it can be fault or something that we doin' right. We just know, we love each other for now. For our time.

My beautiful girl makes my world beautifully...

21 September 2009

i miss a lot of things



Banyak yang kulewatkan, karena kecuekan atau kesibukan. Banyak yang kini tak bersamaku, karena ego bahkan tak kulihat. Lihat mereka.

"I try to stay awake and remember my name, But everybody's changing, And I don't feel the same" - Everybody's Changing (Keane). Aku seperti tertahan dalam tubuhku dan tak berlari lagi. Kusadari saat pagi ini melihat fotonya lagi. Seseorang yang mirip dia, dan masih mirip. Hanya saja aku yang tak pernah tau ia masih orang yang sama. Aku melewatkannya. Tak apa, sahabatku pernah menyayanginya. Setidaknya itu pernah mewakiliku.

Lalu seorang sahabat yang pergi. Ia kembali lebaran ini, katanya. Aku masih menunggu. Ia yang juga kubiarkan pergi. As you wish, terakhir yang keluar dari sisa suaraku untuknya. Dia pasti kembali, hanya aku tak tau kapan. Saat ego tak lagi memenuhi hati kita, mungkin. "Banyak sudah kisah yg tertinggal, kau buat jadi satu kenangan, seorang sahabat pergi tanpa tangis arungi mimpi, slamat jalan kawan cepatlah berlalu, mimpi mu kini tlah kau dapati, tak ada lagi seorangpun yang menggangu kau bernyanyi" - Selamat Jalan (Tipe-X). Dia yang juga kulewatkan, tak lagi memberi kabar. Dia yang pernah berusaha menjadi rusukku, yang bersenandung setiap malam untukku. "I will fly into your arms
And be with you, Til the end of time, Why are you so far away, You know it’s very hard for me, To get myself close to you" - I Will Fly (Ten2Five). Untuk hal yang tak pernah kita tau, bahwa kita pernah saling menyayangi. Bukan tak pernah bertemu tapi tak pernah melepas itu. Rasa itu.

I just wanna feel, i lost everything, i miss everyone i had, i messed up d situation i ever had, i lost everyone must i have, and i feel lonely.


lonely...


20 September 2009

What I Called Regret

Seminggu ini aku terbelenggu dalam hasrat. Keinginan berdasarkan ego yang hampir tak bisa kuelak. Berpikir layaknya aku sendiri yang punya dunia ini. Hanya aku yang patut mengatur diriku dan dunia di dalamnya. Sampai akhirnya aku pada hari ini. Hari kemenangan. Hari dimana semua orang kembali menjadi sesuatu yang baru, seseorang yang baru. Lalu aku tertegun, apa yang kupikirkan kemarin?

Lihat bagaimana mereka tersenyum, bagaimana mereka menerimaku, bagaimana aku tak pernah ada untuk mereka. Keluarga, sahabat dan orang-orang yang kusayang selama ini.

Lihat saja daftar ego-ku yang sama sekali tak layak bahkan untuk disebut sebuah ego. Untuk kakakku Dhika yang masuk daftar "orang yang tak bisa dimaafkan", maafkan aku. Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Bukan kamu yang terlalu kasar, tapi aku yang terlalu jadi lemah. Aku akan jadi kuat sekarang. Baik fisik maupun mental. Untuk sahabat yang kemudian tak jadi sahabat karena sahabat yang pergi, Ardi, maafkan aku kalau terlalu cuek. Kau memberikan nilai persahabatan yang tak ada duanya, yang tak bisa "ia yang pergi" berikan pada kita. Untuk yang merasa tak punya hidup lagi, yang masih menimang anaknya dan muram menatapnya, aku masih disini. Hidup masih panjang. Maaf aku belum bisa kembali. Tapi keyakinanmu yang pasti mempertemukan kita suatu saat nanti. Untuk yang mendampingiku hingga hari ini, sorry kalau belum bisa jadi yang kamu inginkan, hhe. I'll do better what i can. Gak akan buat kamu nyesel milih orang yang sama sekali bukan "tipe loe", hha.

Everything we mad can be an endless story... (ngutip "Friends Love")

Sekalian di hari kemenangan ini ku cuma mau bilang, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Maafkan diriku yang tak sempurna ini.