Email Subscription box byLatest Hack

13 October 2012

Uyeee~


Uyeee~

Akhirnya… finally…at last…uyeee~

Ahaha absurd banget saya nih. But here I am, so happy after all. Akhirnya kegalauan saya dua hari ini kebayar juga dengan kata “Selesai” di akhir  film berdurasi , Perahu Kertas 2! Uyeee~ (lagi ahhh :p)

Gimana gak galau, saya baru menyelesaikan novelnya 2 hari lalu melalui e-book yang bikin mata lumayan berair kalo dibaca. Selain itu saya melewatkan Perahu Kertas pertama L. Makanya agenda setelah menamatkan novel adalah nonton ending visualisasi novel tersebut. Dan tak bisa dipungkiri, novel dan filmnya membuat saya merinding di tiap plot yang disuguhkan manis dengan cerita yang memaksa perasaan naik-turun ini. Dan akhirnya tibalah saya di moment me-review novel sekaligus filmnya.

Cekidot                !

Lihat, rasakan


Setiap orang punya trik tersendiri untuk merangsang hasrat menulis. Pada dasarnya menulis adalah melihat. Dari sana akan timbul merasakan. Dan semua yang kita rasa itu bisa dituangkan dalam sebuah tulisan acakadut yang entah kemudian dimasukkan dalam diary dunia maya atau dijejalkan pada desktop komputer yang mulai penuh. Saya melakukan keduanya.

Saya sendiri punya trik khusus untuk merangsang hasrat menulis. Belakangan saya dibantu oleh sepeda pinjaman dari sepupu. Awalnya sebagai proses penurunan berat badan yang sudah mulai over ini, tapi ternyata, sepeda membuka mata saya. Bahwa semua yang dilihat dalam gerak lambat di dunia tiga dimensi ini, banyak yang bisa dirasakan.

Yang paling simple adalah melempar senyum kepada setiap orang yang ditemui di jalan. Kita tidak akan dapat melakukan itu dalam lima puluh kilometer perjam. Lalu bau tanah di pagi hari, sampah yang masih segar, kotoran sapi yang masih basah serta semerbak parfum anak sekolah yang baru merekah.

Jarang kudapati pemandangan sepagi ini. Bukan jarang, baru kusadari tepatnya. Banyak yang kulewatkan di dunia ini. Yaitu, rasa. Maka aku menulis ini.

Semoga bisa membantumu menemukan trik-merangsang-hasrat-menulis-mu sendiri.

Lihat, rasakan.

10 October 2012

Cinta Itu Ibarat Kentut

@ariiharyanto


Cinta itu ibarat kentut, sulit mengeluarkan tp klo sudah keluar terasa leganya.


Cinta itu ibarat kentut, tidak nampak namun keberadaannya bisa dirasakan.


Cinta itu ibarat kentut, bila ditahan bisa membuat kita sakit.


Cinta itu ibarat kentut, dikeluarkan takut tp kalau ditahan bisa galauuu.


Cinta itu ibarat kentut, brani mengeluarkan apabila sendiri tp takut mengeluarkan kalau lagi ramai.


Cinta itu ibarat kentut, keberadaannya bisa menyalah artikan orang terdekatnya.


Cinta itu ibarat kentut, bila dikeluarkan mampu membuat kita melayang.


Cinta itu ibarat kentut, keberadaanya kadang membuat kesalahan yg sulit dimaafkan.


Cinta ibarat kentut, hanya kita yg bisa menikmati aroma wanginya bukan mereka.


Cinta itu ibarat kentut, begitu besar rasa ingin mengungkapkannya.


Cinta itu ibarat kentut, jujur bikin malu tapi tidak jujur buat kepikiran.


Cinta itu ibarat kentut, awalnya saja yg enak tp akhirnya yg menyakitkan.


Jadi kesimpulannya kentut yang mampu mengetahui baik buruknya cinta itu. Sekian.


@restuwashere


Cinta itu kayak kentut, gak keliatan tapi nusuk.


Cinta itu kayak kentut, ada tapi tak terlihat.


Cinta itu kayak kentut, tanda-tandanya ketahuan tapi gak ada yang mau ngaku.


Cinta itu seharusnya kayak kentut, memecah suasana saat bersitegang.


Cinta itu kayak kentut, saat jauh tak merasakan, begitu dekat tak terelakkan.


Cinta itu kayak kentut, punya rasa yang berbeda-beda tiap orangnya.


Cinta itu kayak kentut, sekian.

Tidak Seperti Malam Ini

Setelah menembus debu dan asap karbon dioksida hasil pembakaran kendaraan di jalanan sampailah ditujuan. Sebuah bilik ATM persis disamping Bank yang baru-baru saja tutup.


Motor kuparkir asal, helm kududukkan saja di joknya. Lalu melengos pergi kedalamnya. Melakukan prosesi standar penarikan uang tunai lalu kembali ke motorku. Ia tak bergeming, tidak juga helmnya. Seorang lelaki paruh-baya menyapu debu dari pelataran parkir mungil itu. Bagian ini seharusnya tak pernah ada. Aku menarik dua koin lima ratusan dari sela jins. Melemparkan senyuman dan ucapan terima kasih padanya. Lalu benar-benar pergi dari sana.


Ya, hanya seperti itu kepercayaan kita titipkan. Bisa saja motorku sudah tinggal ban atau helm raib dari tempatnya. Hanya seperti itu, kepercayaan dinilai dengan uang seribu. Tidak, bahkan sejuta. Tidak, seharga motor dan helm itu.


Bagian itu harusnya tak pernah ada. Tapi itu bagian dari toleransi kepercayaan.


Tidak seperti malam ini. Aku merusak beberapa kepercayaan. Aku sudah lebih tua sembilan puluh tahun darinya soal merusak kepercayaan. Juga sepuluh tahun lebih tua darinya soal menjaga kepercayaan.


Tidak seperti malam ini. Kau melemparkan kecupan lewat udara. Tidak dengan maksud, tapi aku menyambut.


Ini salah.


Cinta tidak pernah lebih mudah dari ini.

08 October 2012

Makassar, 8 Oktober 2012

Holaa..


Akhirnya posting lagi. Gak ada kesempatan posting efek sibuk hari-hari terakhir Musik Atau Mati kemarin sih.


Mmm… Sebenarnya gak punya ide apa-apa sih buat posting, so saya cuma pengen share kejadian-kejadian belakangan aja yah.


Kemarin akhirnya dengan mata-kepala-pundak-lutut-titit-lutut-titit saya melihat band idola dari kecil, SHEILA ON 7 woohooo..!! Oke menurut kalian mungkin saya over, tapi menurut saya, So7 adalah band Indonesia yang wajib ditonton sekali seumur hidup. Bagi saya, selain band idola, Sheila on 7 juga band yang menemani perjalanan hidup. Saya pertama kenal band ini sekitaran SMP dengan single fenomenalnya, Dan. Pertama kali saya belajar gitar juga lagunya So7, Buat Aku Tersenyum. Banyak hal-hal yang saya alami juga ‘kena’ dengan lagu-lagunya. So, thanks So7 sudah mampir ke Makassar dan mewujudkan salah satu mimpiku. Bondan And Fade 2 Black juga gak kalah seru penampilannya malam itu :D


Lalu apalagi yah? Oiyah denger kabar keluarga besar bakal tur Eropa. Gak, saya gak ikut, itu udah jelas hehe. Tapi tetep, saya nitip foto-foto pemandangan dan venue-venue disana. Tau nih, belakangan pengen aja liat tempat-tempat baru. Tujuannya sih untuk merangsang hasrat nulis lagi. Tau deh kok bisa sampe segitunya. Ada gak yah nama kelainan ato penyakit kayak gitu hahaha… Semoga gak ada. Oiyah efek mereka pergi tur, saya jadi bisa pinjem sepeda sepupu demi proses penurunan berat(perut) badan. Saya emang pengen gemuk tapi ni body udah oke perut kok tambah buncit aja. Yang ada celana pada nyanyi, “perutku dulu&; tak begini&; tapi kini tak cukup lagii&;” hehehe


Nami juga udah selesaikan proses edit dan posting ‘Fate’ sampai chapter terakhir dan udah nagih reviewnya hehe. Tenang aja, Nam bakal segera diposting kok.


Trus sekarang-sekarang juga sepi banget hari-hari. Harli dah dalam holiday trip-nya ke Bali. Tau tuh udah berapa hari disana. Berasa setahun. Susah dihubungi pula. Abis itu katanya balik sih tapi lanjut ke Toraja. Awal November malah udah di Jakarta buat kerja. Dia keterima sama ‘Orang Tua’, dasar sukanya sama om-om, eh. LOL. Peace, Har. Biarlah, dia lagi nikmatin moment wajib-sekali-seumur-hidupnya juga hehe. Happy holiday yah, Har. Nitip foto-foto juga :p


Oiyah, di Makassar lagi banjir event. Ada Road to Soundrenaline, lanjut Noah, disusul Creed, denger-denger ada Sepultura dan Musikimia juga. Wahh, MakassarTIX harus memasuki fase serius nih.


Kantor masih gitu-gitu aja. Gak seru huu.. Pak Sofyan juga cepat sembuh yah. Hmm… Oiyah soal kerjaan denger-denger ada gosip, bakal ada proyek baru di tempat yang asoy gitu. Tempatnya masih rahasia, takutnya gak jadi kan malu duluan udah di-publish hehe. Doain aja lancar trus bakal ikut kesana juga.


Mmmm… Apalagi yah? Oiyaaahhhh… Kemaren niat balikin buku karya @hurufkecil sekalian tanda tangan buku, ternyata ada event Kompas Gramedia Fair. Gilaaa itu bukuuu bejibuunnn, diskon pula. Apa mau dikata hari gini saya bokek-pake-banget-amat-sangat. Hasilnya cuma basahin buku-buku aja pake iler hehe becanda ding. Tapi aseli, totally galau kemaren tuh, heuf.


Sampai sekarang Proyek_R, sama juga gak jalan-jalan :| Ada-ada aja halangannya orang nulis. Ya mending kalo hasil tulisannya bagus, kalo jadinya gitu-gitu aja yaaa kelaut! Tapi ada yang pernah bilang, kalo nulis, tulis aja apa yang pengen ditulis. Selanjutnya bakal kebawa kemana arahnya. Gak tau tuh siapa yang bilang, saya sendiri kali yah :p


Selain itu mesti selesaikan deadline baca Rectoverso, Filosofi Kopi, Rembulan Tenggelam di Wajahmu sama Bidadari-Bidadari dari Surga. Wuihh.. Gile Tere Liye gak ada yang tipisan dikit apa bukunya? Hehe. But, I enjoy it.


Eh, tadi katanya gak ada ide nulis, tau-taunya dah panjang aja ni postingan. Yowes, pamit dulu yah readers. Lain kali disambung.


Pesan hari ini, buanglah sampah pada tempatnya!! Bombe’ kantongan!! Dan satu orang satu pohon!! Merdekaa!! Merdekaa!!


PS : Play Station (yaaaeeaaalahhhh)

01 October 2012

Untung Tidak Pernah Seberuntung Ini

Holaa..
See you again in my blog. It’s tumblr. Yes, but it’s my blog. So what? *ngajak berantem*

Kali ini saya cuma mau berbagi cerita tentang ‘keberuntungan’. Beberapa orang percaya mereka selalu beruntung, beberapa lagi menolak mempercayai mereka sedang sial. Tapi bagi saya, 26 September 2012 adalah hari paling beruntung sepanjang hidup. Tanpa diduga-duga, saya memenangkan tiga kuis di twitter. Iyah, tiga kuis dalam sehari!!! *salto disusul kayang indah*

Kuis pertama bertema #HILITE4nniversaykuis. Dalam rangka ulangtahun yang keempat, band Indie yang masuk dalam fave playlistku ini mengadakan kuis dengan 4 pertanyaan. Yaa..walaupun saya kenal banget sama manajernya tapi ini benar-benar keberuntungan. Penjurian menjatuhkan pemenangnya ke akun twitter @restuwashere.



Kuis kedua adalah kuis dari film yang lagi happening banget di kalangan anak gaul eh galau di seluruh Indonesia. Yap, apalagi kalo bukan Radio Galau FM. Awal nonton film ini saya cuma pengen liat wajah uwnyu Natasha Rizki, eh pas nonton jleb banget ni cerita sama kisah perjalanan asmara bocah keren yang lagi nulis blog ini. Jleb kedua datang dari soundtracknya :|. Whatever, sutradara film ini menjanjikan hadiah bagi penonton dengan jumlah tiket terbanyak dalam hari itu, lalu di post di twitter via twitpict. Voila, saya menang dengan 6 tiket di tangan plus cewek-kece-jomblo-tapi-galau di latar foto itu, pfft, piss Har :pV.



Kuis ketiga adalah #DinnerwifMadameLSA. Kuis ini simple, tweeps (sebutan untuk orang yg pake twitter, gue gak ngerti kenapa mesti tweeps, kenapa gak twitterer aja? Whatever, lanjuuuttt *ala-ala Ariel*) diharuskan mem-follow dan menuliskan sebuah tweet yang bertema kasih sayang dan ditujukan untuk orang tersayang. Voila, tweet saya diangkat sebagai pemenang. Alhasil duduklah saya dan Harli si cewek-kece-jomblo-tapi-galau di sebuah rumah makan di salah satu Mall besar di kota Makassar ini. Ini tweet saya.



Didera semua kenikmatan yang mengejutkan ini saya masih tetap jomblo…(Eh kok saya nulis ginian, ya?)

Untung tak pernah seberuntung ini…